DR. Dr. AHMAD SURYAWAN, SP. A(K)
Dokter Tumbuh Kembang Anak
1000 hari pertama dalam kehidupan seorang anak sangat menentukan kualitas hidup dan kapabilitas sebagai manusia.
Dalam masa 1000 hari pertama akan menjadi sebuah jendela kesempatan atau window of opportunity, karena 80% kemampuan manusia dibentuk dalam periode tersebut. Dimulai dengan pembentukan organ - organ penting, seperti otak jantung, panca indra. Selama dalam masa kandungan berjalan 9 bulan 10 hari, berlanjut dengan organ - organ tersebut akan berfungsi secara mandiri melalui masa transisi di 6 bulan pertama sejak balita lahir.
Dr. Rose Mini, A.P., M.Psi
Psikolog
1000 hari pertama dalam kehidupan anak perlu diingat diberikan stimulasi yang maksimal agar anak tumbuh secara optimal.
Semua anak cerdas. 1000 hari pertama dalam kehidupan anak perlu dingat diberikan stimulasi yang maksimal agar anak tumbuh secara optimal.Ada 3 hal penting dalam menstimulasi anak adalah gaya belajar anak, pola asuh dan kecerdasan emosi.

Pengenalan gaya belajar, penerapan pola asuh yang efektif, dan kecerdasan emosi yang terasa dengan baik akan menjadi hadiah terpenting dan terindah bagi 1000 hari kehidupan anak Indonesia untuk mewujudkan generasi platinum yang siap meraih masa depan.
#SiapCerdaskanBangsa
Adrian Maulana
Aktor & Presenter
Saya percaya peran ayah sangat penting dalam proses tumbuh kembang buah hati, baik fisik ataupun emosional, di saat siang atau malam.
Saya bersama Morinaga #SiapCerdaskanBangsa turut serta menyuarakan pentingnya membantu tumbuh kembang dan menstimulasi perkembangan otak anak sejak 1000 hari pertama.
Mari bergabung bersama sama dan ayah/bunda lainnya untuk ambil bagian dalam #SiapCerdaskanBangsa. Bagikan Donasi ayah/bunda berupa mainan edukatif atau buku. Untuk membantu mencerdaskan generasi bangsa, dan turut mendukung dalam 1 Juta dukungan nyata untuk rehabilitasi sekolah-sekolah di Indonesia.
Novita Angie
Dokter Tumbuh Kembang Anak
1000 hari pertama dalam kehidupan seorang anak sangat menentukan kualitas hidup dan kapabilitas sebagai manusia.
Dalam masa 1000 hari pertama akan menjadi sebuah jendela kesempatan atau window of opportunity, karena 80% kemampuan manusia dibentuk dalam periode tersebut. Dimulai dengan pembentukan organ - organ penting, seperti otak jantung, panca indra. Selama dalam masa kandungan berjalan 9 bulan 10 hari, berlanjut dengan organ - organ tersebut akan berfungsi secara mandiri melalui masa transisi di 6 bulan pertama sejak balita lahir.
Setiap orang tua pastinya mendambakan seorang anak yang sehat dengan tumbuh kembang berkualitas optimal. Riset Kedokteran saat ini telah mencapai titik kesepakatan yang berbasis bukti ilmiah, yakni:
Kualitas jangka panjang seorang manusia ditentukan oleh berbagai kejadian penting selama periode 1000 hari pertama kehidupan.
Para ahli kedokteran Anak menunjukkan bahwa terdapat 3 rentang periode penting untuk membentuk generasi anak yang berkualitas, yaitu:
Periode Janin dalam kandungan (konsepsi sampai dengan lahir): 280 hari
Periode lahir sampai dengan usia 6 bulan: 180 hari
Periode usia 6 bulan sampai dua tahun: 540 hari
Sehingga dibutuhkan waktu 1000 hari untuk melewati periode penting tersebut.
Periode pertama (saat anak dalam kandungan sekitar 280 hari)

Perbagai peristiwa sangat penting terjadi di periode pertama ini, yaitu terjadinya pembentukan organ-organ utama manusia seperti: otak, jantung, paru, hati, ginjal, organ indera mata-telinga-hidung, dsb. Jika terjadi gangguan pada periode ini akan berdampak negatif seumur hidup. Pembentukan dan perkembangan otak merupakan salah satu yang terpenting juga. Peningkatan volume otak mulai dari 260% pada 100 hari sampai 9 bulan. Ibu harus memeriksakan kandungannya secara berkala dengan standar medis yang dinamakan ANC (Ante Natal Care) agar proses ini terjadi dengan optimal.
Periode kedua (6 bulan pertama kelahiran - 180 hari)

Periode kedua layaknya "pintu" antara dunia dalam kandungan dan dunia luar si kecil. Di sinilah periode terbaik untuk membentuk jaringan sirkuit otak yang nantinya digunakan untuk tumbuh kembang anak. Salah satunya adalah Ibu menyusui ASI ke bayi. Bayi yang mendapat ASI segera setelah lahir mempunyai kesempatan terbaik untuk belajar memfungsikan berbagai organ vital-nya secara mandiri.
Periode ketiga (Periode 6 bulan sampai 2 tahun - 540 hari)

Pada periode ini organ tubuh anak yang telah terbentuk di periode sebelumnya akan mulai berfungsi. Gangguan pembentukan organ dalam periode ini dapat berakibat menetap seumur hidup.
Pada saat baru lahir struktur otak anak masih sekitar 25%, namun pada hari ke 1000 telah mencapai 80% struktur orang dewasa. Sehingga pondasi dasar kemampuan manusia harus sudah tersusun dengan baik pada periode ini, antara lain: kemampuan fisik, komunikasi verbal, kompetensi sosial dan bahkan pelajaran tentang norma. Selain itu, bukti ilmiah kedokteran saat ini menyimpulkan bahwa sebagian besar penyakit metabolik - degeneratif pada usia dewasa (misalnya penyakit jantung koroner, diabetes, obesitas, alergi, dsb.) sebaiknya telah diprogram sejak usia dini 1000 hari pertama kehidupan manusia.

Dengan berbagai peristiwa tersebut,

Masa 1000 hari pertama kehidupan anak akan menjadi "jendela kesempatan" (window of opportunity) yang hanya terjadi sekali seumur hidup.
Bila kesempatan ini dipergunakan dengan baik, maka inilah periode terbaik untuk membentuk anak yang berkualitas
Keberhasilan Anak dalam mengarungi 1000 hari pertama kehidupannya ditentukan oleh dua faktor utama, yaitu
Optimalisasi dalam pemenuhan nutrisi
&
Intensifikasi stimulasi dini
Faktor nutrisi akan berinteraksi dengan faktor genetik dan lingkungan
Asupan nutrisi pada 280 hari pertama di dalam kandungan sepenuhnya tergantung asupan makanan Ibu melalui plasentan. Ibu harus selalu berada pada status nutrisi yang baik pada saat sebelum dan selama hamil, yang selanjutnya pada 180 hari pertama setelah lahir nutrisi terbaik dipenuhi melalui pemberian ASI ekslusif.

Pada 360 hari terakhir, ASI diteruskan dan didukung oleh berbagai variasi makanan yang kaya gizi untuk tumbuh kembang. Dan pada akhirnya pemenuhan nutrisi yang optimal selama 1000 hari pertama berpengaruh untuk pencegahan munculnya penyakit di usia dewasa atau dengan istilah Non Communicable Diseases (NCDs).

Kondisi di Indonesia saat ini menunjukkan bahwa adanya gangguan nutrisi anak dibawah 5 tahun ternyata tidak hanya dalam konteks kekurangan saja, tetapi sebaliknya anak dengan kelebihan nutrisi juga mulai mengancam. Untuk itu optimalisasi nutrisi yang diprioritaskan pada kelompok tersebut bukanlah tanpa alasan, bila terjadi kekurangan atau kelebihan nutrisi dapat diketahui dan diatasi sejak dini.
Mengenali Gaya Belajar untuk Mengoptimalkan Kecerdasan Majemuk Anak
Cara individu untuk menyerap informasi sering diistilahkan sebagai gaya belajar.
Gaya belajar ini dapat membantu Bunda untuk menstimulasi kecerdasan anak agar tampil optimal.
Macam-Macam gaya belajar adalah:
Looker (Visual)
Menyerap informasi dari lingkungan dengan menggunakan indera penglihatan.
Ciri–ciri:
  • Mudah mengingat sesuatu yang pernah dilihat, seperti gerakan, warna,bentuk, dan ukuran.
  • Gemar mengobservasi lingkungan.
  • Memiliki koordinasi mata-tangan (motorik halus) yang baik.
Listener (Auditory)
Menyerap informasi dari lingkungan dengan menggunakan indera pendengaran.
Ciri–ciri:
  • Lebih mudah menyerap informasi yang didengar dibanding yang dilihat atau disentuhnya.
  • Senang menirukan suara dan mudah mengingat suara yang didengar.
  • Cenderung banyak bicara.
Mover (Kinesthetic)
Menyerap informasi dari lingkungan dengan menggunakan indera peraba.
Ciri–ciri:
  • Suka melakukan aktivitas fisik yang memungkinkan untuk terus bergerak.
  • Suka kegiatan motorik kasar, ingin menyentuh semua benda yang dilihatnya.
  • Lebih cepat berjalan dari pada bicara.
Pola asuh orang tua adalah gaya pengasuhan yang diterapkan pada anak dan bersifat relative konsisten dari waktu ke waktu.
Era Globalisasi menuntut banyak perubahan dan penyesuaian diri. Perlu banyak persiapan untuk menghadapinya. Setiap orangtua ingin memiliki anak yang cerdas dan bertalenta di berbagai bidang. Hal ini sejalan dengan salah satu ciri anak generasi platinum Morinaga, yakni generasi multitalenta.
Mengenal Kecerdasan Emosi
Kecerdasan merupakan keseluruhan kapasitas atau kemampuan belajar, memahami lingkungan, dan memecahkan masalah. Dahulu, kecerdasan identik dengan intelektual (IQ).
Namun, ternyata IQ hanya 20% dari keberhasilan individu di masyarakat, sementara 80% ditentukan oleh kemampuan lainnya, termasuk Kecerdasan emosi (EI).
Menurut Daniel Goleman ada 5 area Kecerdasan emosi, yaitu:
  1. Kemampuan mengenal Emosi
  2. Kemampuan menganalisis perasaan dan reaksi emosi yang tampil dari dalam diri
  3. Kemampuan mengelola emosi/ kontrol diri
  4. Kemampuan mengendalikan emosi yangdirasakan dan kemudian menampilkan reaksi sesuai
  5. Kemampuan Memotivasi Diri
  6. Kemampuan menguasai diri untuk mencapai tujuan tertentu
  7. Kemampuan mengenali emosi orang lain / empati
  8. Kemampuan untuk memahami perasaan, keinginan, dan pikiran orang lain
  9. Kemampuan membina hubungan
  10. Kemampuan membina hubungan dengan keluarga dan orang lain
Untuk mengembangkan kecerdasan emosi anak, orangtua juga perlu mengasah kecerdasan emosi yang dimilikinya juga. Oleh karena itu, setiap orangtua perlu memiliki gambaran mengenai kondisi kecerdasan emosinya sendiri, sebagai langkah awal sebelum melakukan stimulasi pada anak agar kecerdasan emosi anak dapat berkembang dengan baik.