Aktivitas bermain terkadang dianggap sebagai aktivitas yang tidak penting. Padahal sebaliknya. bermain justru dapat membentuk berbagai prestasi luar biasa untuk anak di masa depannya.

Pakar psikologi dan pendidikan dari Universitas Cambridge, Dr. David Whitebread, mengungkapkan beberapa fakta tentang bermain di zaman sekarang. Beberapa di antaranya adalah, kesempatan anak untuk dapat bermain kini dibatasi dengan situasi sosial yang cenderung terpengaruh budaya kota.

Padahal, kemampuan anak untuk bermain adalah indikasi penting bagi pertumbuhannya agar bisa menjadi manusia dewasa yang produktif dan sukses beradaptasi terhadap lingkungannya. Selain Itu, bermain juga terbukti mampu meningkatkan hubungan emosional Si Kecil terhadap orangtuanya, dan dapat memotivasinya untuk dapat berprestasi, dan suka mempelajari hal-hal baru yang ada di sekitarnya.

Lantas, kapan sebaiknya menerapkan proses bermain demi mengoptimalkan tumbuh kembang Si Kecil? Sebuah studi menunjukkan bahwa 1000 hari pertama kehidupan Si Kecil (Golden Age) adalah momen fisik, intelektual, sosial, serta emosionalnya sedang berkembang pesat. Di tahap inilah terlihat bahwa di hari ke-1000, struktur otak Si Kecil telah mencapai 80% dari Struktur Otak Dewasa. Maka, di masa inilah hendaknya Si Kecil diberikan nutrisi dan stimulasi yang tepat untuk mengasah Kecerdasan Multitalentanya melalui kegiatan bermain.

Lalu, bagaimana menerapkan permainan yang mampu menstimulasi kecerdasan Si Kecil secara maksimal? Tentunya, dengan memberikan permainan yang sesuai dengan kelompok usianya, Bunda. Mari simak penuturan di bawah ini untuk mempelajari permainan yang tepat bagi pertumbuhannya.

Permainan Sesuai Usia Si Kecil
Menurut studi Dr. David Whitebread, stimulasi Kecerdasan Si Kecil dengan bermain, dapat langsung dimulai sejak Si Kecil baru dilahirkan, dengan stimulasi yang sesuai dengan usianya. Berikut ini adalah penjelasan singkat mengenai aturan bermain sesuai usia Si Kecil :

0 – 12 Bulan

Ayah dan Bunda bisa memberikan satu set hiasan atau ornamen dalam berbagai bentuk yang digantung di atas tempat tidur Si Kecil. Selain itu, bisa juga perangkat mainan dari berbagai bentuk, warna, serta tekstur yang ditempel di papan untuk merangsang gerakan sensorik Si Kecil dan pemahaman Si Kecil terhadap beragam bentuk di sekitarnya.

12 – 24 Bulan

Si Kecil mulai belajar berkomunikasi lebih baik dengan gestur, suara, dan kata-kata. Ayah dan Bunda dapat mulai mengenalkan warna kepada Si Kecil melalui permainan sederhana yang mengajaknya untuk mengenali dan mengingat berbagai macam warna di sekitarnya. Selain itu, belajar menyentuh beragam bentuk dan rasa serta membuat pola-pola sesuai imajinasi Si Kecil, juga mampu mengasah daya kreativitasnya.

24 – 36 Bulan

Pada tahap ini, Si Kecil sudah mulai mengembangkan kemampuan sosialnya dan kemampuan imajinasi yang lebih luas. Ayah dan Bunda dapat mulai mengajaknya melakukan permainan berpura-pura bersama teman sebayanya untuk lebih mengeksplorasi daya kreativitasnya Selain itu, orangtua juga dapat mulai memperkenalkan alam sekitar kepada Si Kecil. Pergi ke kebun binatang dan mintalah Si Kecil untuk menceritakan ulang apa yang dia lihat di sana, agar kemampuan berbicara dan kecintaannya terhadap alam terasah dengan baik.
Selain permainan di atas, masih banyak ide bermain yang bisa Ayah dan Bunda pelajari untuk menstimulasi Kecerdasan Mutitalenta Si Kecil. Untuk tahu lebih banyak tentang bermain dan mengasah Kecerdasan Multitalenta Si Kecil sejak dini selengkapnya, yuk bergabung di www.morinagamiplayplan.com. Semoga informasi ini bermanfaat bagi perkembangan Si Kecil. Selamat berkreasi ya, Ayah dan Bunda!